UPACARA BENDERA MEMPERINGATI HARI LAHIR PANCASILA

27 Jun

Written by Rosana, S.Kom

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Kamis, 1 Juni 2017, Pengadilan Negeri Blora melaksanakan Upacara memperingati hari lahir Pancasila menindaklanjuti surat dari Sekretaris Mahkamah Agung RI nomor : 204/SEK/HM.01.2/5/2017 tanggal 26 Mei 2017 perihal Penyelenggaraan Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2017.

Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila yang menyebutkan bahwa tanggal 1 Juni 1945 telah ditetapkan sebagai Hari lahir Pancasila dan mulai tahun 2017 setiap tanggal 1 Juni adalah hari libur Nasional.

Upacara bendera yang diikuti oleh seluruh Hakim, Pegawai, dan Honorer berlangsung dengan suasana khidmat, tertib, dan sederhana. Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Ketua Pengadilan Negeri Blora, Bapak Unggul Tri Esthi Muljono, S.H.,M.H. yang pada kesempatan tersebut membacakan sambutan Presiden RI yang berisi bahwa Pancasila merupakan hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Sukarno, Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan final Pancasila tanggal 18 Agustus 1945. Adalah jiwa besar para founding fathers, para ulama dan pejuang kemerdekaan dari seluruh pelosok Nusantara sehingga kita bisa membangun kesepakatan bangsa yang mempersatukan kita.

Namun, kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. Kebinekaan kita sedang diuji. Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebinekaan dan keikaan kita. Saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila. Masalah ini semakin mencemaskan tatkala diperparah Oleh penyalahgunaan media sosial yang banyak menggaungkan hoax alias kabar bohong.

Presiden Jokowi mengajak peran aktif para ulama, ustadz, pendeta, pastor, bhiksu, pedanda, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya, pelaku media, jajaran birokrasi, TNI dan Polri serta seluruh komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan. Ceramah keagamaan, materi pendidikan, fokus pemberitaan dan perdebatan di media sosial harus menjadi bagian dalam pendalaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya terus kita lakukan. Telah diundangkan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan. Pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya, menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Upacara selesai pada pukul 08.45 WIB setelah seluruh rangkaian upacara dilaksanakan dengan khidmat.

Website Security Test