MENGENAL PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERUM PERHUTANI KABUPATEN BLORA DAN HERITAGE LOCO TOUR

MENGENAL PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERUM PERHUTANI KABUPATEN BLORA DAN HERITAGE LOCO TOUR

26 Mei

Written by Rosana, S.Kom

User Rating: 1 / 5

Star ActiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
 

Blora, 19 April 2018, disela-sela kegiatan pembinaan dan pengawasan/asesmen di Pengadilan Negeri Blora, Ketua Pengadilan Negeri Blora, Bapak Agustinus Asgari Mandala Dewa, S.H. memperkenalkan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perum Perhutani Blora kepada Bapak Pengadilan Tinggi Jawa Tengah. Perjalanan menuju Puslitbang Perhutani Blora yang terletak di Jalan Wonosari Batokan Cepu tersebut didampingi oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri Blora, Ibu Makmurin Kusumastuti, S.H., M.H., Hakim, Panitera, Panitera Muda, dan beberapa Pegawai Pengadilan Negeri Blora serta Ibu Ketua Dharmayukti Karini Cabang Blora.

Gambar : Klon Pohon Kayu Putih
Gambar : Jati (Tectona Grandis) berumur 160 Tahun, Diameter 172 cm
Gambar : Benih Kayu Jati Unggulan

 

Sejarah Singkat

Puslitbang Perum Perhutani pada awalnya merupakan Pusat Pengembangan Hutan , Pusat jati di Cepu, Jawa Tengah dibangun atas dasar Keputusan Direksi nomor : 3090/Kpts./Dir/1997 tanggal 29 September 1997. Pada awal diresmikannya yaitu tanggal 05 Pebruari 1998 dinamakan Pusat Jati (Teak Centre) bertujuan untuk Pengelolaan tanaman Jati, kemudian dalam perkembangannya pada pertengahan tahun 1999 diubah namanya menjadi Pusat Pengembangan Hutan (PUSBANGHUT) yang kegiatannya tidak hanya pengelolaan jati tetapi juga tanaman lainnya, sampai pada tahun 2000 diubah lagi menjadi Pusat Pengembangan Sumber Daya Hutan (PUSBANG SDH) tugasnya ditambah dengan pengelolaan lingkungan, pada tahun 2005 diubah namanya menjadi Pusat Penelitian dan Pengembangan Perum Perhutani sampai dengan saat ini, yang mana tugasnya meliputi kelola SDH, kelola Lingkungan, kelola Sosial Ekonomi dan kelola Manajemen.

 

Fasilitas

Sarana dan prasarana Puslitbang dapat dibagi atas sar-pra  kantor dan sar-pra litbang. Untuk sar-pra litbang terdapat laboratorium dan plot-plot tanaman uji di kampus Puslitbang dan di beberapa wilayah kerja di Perhutani.

Luas kampus Puslitbang adalah 16,91 ha, terdiri dari zonasi gedung kantor dan laboratorium seluas 5,65 ha, persemaian seluas 2,35 ha,

kebun pangkas seluas 2,54 ha, arboretum seluas 6,37 ha.

Pusat Pinus :

Pusat Pinus Puslitbang berlokasi di Baturraden.

Laboratorium Genetika :

Terdiri dari Laboratorium Genetika Molekuler, Laboratorium Biologi Seluler, dan Laboratorium Kultur Jaringan.

 

 

 

Laboratorium Benih :

Laboratorium Benih merupakan tempat untuk  memproses hasil panen benih, menyimpannya, dan menguji mutu benih hingga benih siap didistribusikan ke pengguna.

Laboratorium Mikrobiologi Hama dan penyakit :

Laboratorium ini berfungsi untuk mengidentifikasi hasil-hasil penelitian berupa mikrobia tanah, hama dan penyakit untuk diuji lanjut bagi keperluan penelitian.

 

Laboratorium Tanah :

Laboratorium ini memfasilitasi menganalisis unsur-unsur hara makro tanah secara mandiri dengan metoda sederhana.

 

 

Kebun Pangkas Jati :

Kebun Pangkas merupakan pertanaman yang dibangun dengan asal materi vegetatif dari indukan pohon plus dengan tujuan untuk menyediakan materi setek (pucuk). Kebun pangkas Puslitbang dibangun sejak tahun 1997 dengan luasan 2,54 ha, meliputi kebun pangkas untuk mengamankan materi genetik 1,9 ha, berisi 307 klon pohon plus  dan kebun pangkas untuk di produksi 0,64 ha. Kapasitas produksi kebun pangkas mencapai 650.000 bibit per tahun.

Persemaian :

Lokasi persemaian Puslitbang dengan luas 2,35 ha berkapasitas menampung 1.000.000 plances merupakan tempat untuk mendewasakan bibit-bibit sampai bibit siap tanam. Bibit dipelihara selama ± 2 (dua) minggu di bawah naungan (shading area), dan 1 - 2 bulan di open area sebelum didistribusikan ke lokasi-lokasi penanaman.

Arboretum Jati :

Arboretum dibangun seluas 2,06 ha berisi 42 varietas jati, berasal dari 31 varietas jati lokal dan 11 varietas jati luar negeri. Asosiasi jati meliputi luasan 4,31 ha, berisi jenis-jenis tanaman non jati yang dapat hidup bersamaan dengan jati di lapangan.

Bank Klon Jati :

Bank klon dibangun tahun 1983, berasal dari materi vegetatif asal pohon plus jati, bertujuan menyimpan salinannya, luas total 23,4 ha berlokasi di Cepu (Blora), Randublatung (Blora), Kendal, Bojonegoro, Parengan, Saradan dan Ciamis.

Kebun Benih Klon (KBK) Jati :

Kebun Benih Klon Jati merupakan kebun benih yang dibangun melalui cara vegetatif (bud grafting) asal materi indukan dari pohon plus dengan maksud untuk menghasilkan benih. KBK dibangun dalam kurun 1983 – 2011 dengan luas total 1.422,9 ha, terdiri dari :

KBK Sekaran di KPH Cepu seluas 600,6 Ha, KBK Randublatung di KPH Randublatung seluas 172 Ha, dan KBK Padangan di KPH Padangan seluas 650,30 Ha.

Kebun Benih Semai (KBS) Pinus :

Kebun Benih Klon Semai merupakan kebun benih yang dibangun untuk menghasilkan benih pinus. KBS dibangun sejak tahun 2009 dengan luas total 287,4 ha, terdiri dari :

KBS Cijambu di KPH Sumedang seluas 75 Ha, KBS Baturraden di KPH Banyumas Timur seluas 116,4 Ha, KBS Sempolan di KPH Jember, seluas  966 Ha.

Kebun Benih Uji Keturunan (KBUK) Kayu Putih :

Kebun Benih Uji Keturunan Kayu Putih merupakan kebun benih yang dibangun dengan tujuan khusus untuk meningkatkan produktifitas kayu putih yaitu dengan melakukan upaya pemuliaan kayu putih dan mengkaji perolehan individu dengan rendemen yang tinggi dengan kadar sineol yang tinggi pula. KBUK dibangun sejak tahun 2001 dengan luas total 3,7 ha, terdiri dari :

KBUK Cepu seluas 0,7 Ha, KBUK Madiun seluas 1,5 Ha, KBUK Gundih seluas 1,5 Ha.

 

Jati Blora (Tectona grandis) merupakan tanaman yang menjadi identitas Kabupaten Blora. Blora dijuluki sebagai kota jati karena Blora merupakan daerah penghasil jati terbesar sepulau Jawa. Kayu jati di Blora dikenal memiliki kualitas kayu jati terbaik di Indonesia, bahkan jati Blora sudah dikenal di mancanegara karena kualitasnya yang bagus. Dengan berkunjung di Puslitbang Perum Perhutani Kabupaten Blora, pengetahuan mengenai pembiakan Jati yang menjadi ciri khas dari Kabupaten Blora pun bertambah.

 

Heritage Loco Tour

Masih disekitar Puslitbang Perum Perhutani, Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah juga dipersilahkan untuk menikmati Wisata Loko Tour atau disebut juga Heritage Loco Tour yaitu berwisata naik kereta tua. Asal mula transportasi loko ini bermula dari kegiatan Pemerintah kolonial Belanda menggunakan moda transportasi loko untuk mengangkut kayu jati dari kawasan hutan kedalam TPK yang ada di wilayah Cepu, saat itu Pemerintah Belanda melakukan ekspolitasi hasil hutan berupa kayu jati dari kawasan hutan sekitar gubug payung menuju TPK batokan di Cepu menggunakan sarana lokomitif, dan rangkaian loko buatan Jerman sekitar tahun 1820 an  tersebut didatangkan ke Indonesia berupa rangkaian loko uap sebanyak 3 buah, kemudian ditambah lagi dengan loko bermesin diesel yang juga dibuat di Jerman.

 

 

Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah merasa terkesan karena memperoleh pengetahuan baru tentang Jati yang menjadi ciri khas Kabupaten Blora dan wisata kereta tua yang masih terawat dan berfungsi dengan baik. Dari perjalanan tersebut didapat pengetahuan bahwa untuk mendapatkan pohon Jati yang berkualitas baik dan unggul ternyata melalui serangkaian penelitian, uji laboratorium, fasilitas laboratorium yang tidak murah, dan proses yang panjang serta melibatkan orang-orang yang ahli dibidangnya.

Setelah mengucapkan terima kasih kepada segenap Pimpinan dan Pegawai Pengadilan Negeri Blora, Bapak Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Tengah pun berpamitan dan melanjutkan agenda Pembinaan dan Pengawasan/Asesmen ke Pengadilan Negeri berikutnya.

 

 

 

sumber : http://www.puslitbangperhutani.com

 

Website Security Test